Ketika Tidak Tahu yang Harus Ditulis (Mencatat Kebodohan)
Saya tidak tahu, bagaimana pikiran yang sedang berjalan di kepala anda membaca judul saya itu yang mungkin memang terkesan “asal”. Mirip seseorang yang sedang belajar menulis bukan? Sebenarnya, kendati sudah menggeluti dan menggemari kegiatan menulis sejak 15 tahun terakhir, tetap saja saya harus akui bahwa saya masih belajar untuk menulis. Read Full Story
Renungan Lelaki Lajang saat Hujan
Diluar sedang gerimis, dari jendela yang berada persis berhadapan dengan layar komputer, saya melihat tanah basah. Seketika saja, kondisi alam yang seperti itu mengingatkan saya pada ledekan rekan-rekan yang sudah berhasil keluar dari egonya, berhasil mengambil keputusan untuk menikah. Dari mereka, acap datang SMS ke Seluler saya,”Bos, hujan nih. Kamu bayangin aja disana, aku mau manasin badan dulu.” Read Full Story
Ketika Tidak Tahu yang Harus Ditulis
Saya tidak tahu, bagaimana pikiran yang sedang berjalan di kepala anda membaca judul saya itu yang mungkin memang terkesan “asal”. Mirip seseorang yang sedang belajar menulis bukan? Sebenarnya, kendati sudah menggeluti dan menggemari kegiatan menulis sejak 15 tahun terakhir, tetap saja saya harus akui bahwa saya masih belajar untuk menulis. Ini harus diakui, dan memang sangat saya akui. Menulis telah menjadi sebuah kebutuhan dan malah saya tuliskan hukum wajib di kitab perjanjian ... Read Full Story
Berbicara tentang Kelemahan
Kata lemah tidak hanya ada dalam kamus-kamus bahasa. Ia ada dan berintegrasi dalam jiwa kita. Sesekali ia mencuat. Menghancurkan, mematahkan bahkan menghilangkan. Tidak jarang ketakutan muncul dihadapan kata yang terdiri dalam lima huruf itu. Untuk fisik, sebagian dari kita memilih nutrisi yang memadai dan berbagai langkah lain untuk mengembalikan kekuatannya. Bagaimana halnya dengan jiwa? Saya teringat seorang rekan yangmengkritisi merebaknya buku-buku self-help yang dengan mudah ditemui di ... Read Full Story
Tuhan di Ujung Telunjuk
Bukan lagi keluar yang harus dilihat ketika terjadi berbagai ironi. Ketika sekian banyak pendusta mencoba bicarakan kebenaran dengan ekspresi meyakinkan. Kita tidak bisa diizinkan untuk menjadi bagian dari manusia yang berkesempatan untuk beroleh anugerah yang bersifat permisif, dari kita. Karena kendati dengan geraham pun kita menggigit tradisi permisif mencuat, namun itu terus saja menggejala dan menjala ikan-ikan kecil di samudera kita yang kian keruh. Ikan-ikan kecil kebenaran yang belum ... Read Full Story
Bank Syariah: Bukan Bank Islam
Berkisar 15 tahun saya belajar di lembaga pendidikan Islam. Dari ibtidaiyah hingga berenang di lautan kampus di IAIN Ar Raniry-banda Aceh. Kendati saya tidak mengambil Fakultas Syariah sebagai pilihan, namun hasrat untuk mengenal semua “pori-pori” Islam terus mengepung. Saya sering berdialog tentang Islam dengan rekan-rekan. Tidak saja yang sesama Muslim, tetapi juga bahkan yang non-Muslim juga acap saya jadikan partner untuk membicarakan Islam. Ini tidak bermakna sebagai kebanggan subjektif ... Read Full Story
Dalail Cinta
Cinta itu bukanlah seperti remaja yang sedang mengeja rasa. Dan, jangan sesekali menyederhanakannya dengan mengatakan bahwa ia hanya layak untuk menjadi bagian dari sebuah cerita belaka, seperti yang dipaksakan ada dalam telenovela. Hari ini, ternyata kita sedang tidak lagi bisa merasa bangga untuk berbicara tentang cinta. ya, karena kita sudah mabuk dalam wacana-wacana yang kita pandang lebih berguna. Obrolan politik terlihat lebih sempurna untuk menjadi bagian dari diri kita sejati, entah a... Read Full Story
Puisi Matahari dan Lelaki Kusut
Aku harus jujur mengakui. Hari ini aku adalah laki-laki yang masih coba berbangga dengan sebuah realita. Menyapa sebuah kehidupan nyata. Dengan penampilan fisik yang kusut. Untuk sebuah sisir saja aku sudah tidak punya. Aku melegitimasi lima jari sudah cukup memadai untuk menata rambutku untuk terlihat sedikit rapi. Read Full Story
Perjalanan di Atas Jalan Cinta
Sambil mengepak barang, pagi ini pikiranku terus saja berbicara. Bahwa, sebagai lelaki tidak perlu takut dengan beribu resiko dan tantangan. Tetapi, jangan pernah harga diri terbiarkan terinjak, atas alasan apapun. Sambil terus mengepak barang, lagi pikiranku masih terus saja berceloteh, sekarang aku sedang merasakan sebuah kondisi hidup yang harus kuakui sarat dengan ketidak pastian. Dan ini semua juga merupakan buah dari keputusanku sendiri. Walaupun ini berat dan melemparkanku pada sebentu... Read Full Story
Manifesto Penyair Lapar
Kita tidak perlu lagi berpuisi jika puisi sudah tidak lagi kuasa memberi sugesti. Coba saja berdiri untuk melihat matahari, apakah ia juga mau berdiri? Atukah ia selalu berkeliling, mengitari bumi tanpa puisi. Ia justru datangkan begitu banyak kehidupan di bumji. Sedangkan puisi hari ini? Lebih banyak berisi caci-maki, tidak bisa memberikan apapun arti, hanya terjebak dalam definisi. Read Full Story